Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Ketahui Cara Menghitung

Ketahui Cara Menghitung Pajak Progresif Bermotor

Ketahui Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan – Pajak progresif menjadi jenis penilaian besar pajak yang berlaku di Indonesia. Pajak progresif ini sendiri merupakan pajak kendaraan bermotor untuk kepemilikan kedua dan seterusnya, serta diterapkan pada kendaraan pribadi. Pajak progresif ini mulai berlaku semenjak tanggal 1 januari 2012.

Yang menjadi subjek penerapan pajak progresif salah satunya adalah kendaraan bermotor. Pajak progresif bekerja terhadap kendaraan Anda melalui besarnya pajak yang harus dibayarkan. Jumlah pajak yang harus dibayarkan tersebut sesuai dengan jumlah kendaraan yang dimiliki.

Pajak Progresif Kendaraan

Cara menghitung pajak progresif diatur dalam UU 28 tahun 2009. Menurut UU 28 tahun 2009 ini terdapat 2 unsur penting dari penetapan besaran pajak kendaraan bermotor. 2 unsur tersebut yaitu nilai jual kendaraan dan bobot kendaraan yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.

Jumlah kepemilikan kendaraan dilihat dari jumlah STNK dan BPKB yang mencatat Anda sebagai pemilik kendaraan. Kepemilikan kendaraan juga dilihat dari lokasi/ alamat yang tercatat pada dokumen kendaraan. Jika terdapat kendaraan lain dengan lokasi/ alamat yang sama, maka Anda akan terkena pajak progresif.

Untuk cara menghitung pajak progresif, tidaklah sembarangan. Terdapat sebuah rumus perhitungan dan ketetapan untuk presentasi pajak progresif yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tingkat kenaikan pajak akan disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang dimiliki, serta berdasar pada peraturan daerah masing-masing.

Pada umumnya pajak progresif mobil dan motor adalah sebagai berikut:

  • Kepemilikan mobil pertama à 2%
  • Kepemilikan mobil kedua à 2,5%
  • Kepemilikan mobil ketiga à 3%
  • Kepemilikan mobil keempat à 3,5%
  • Kepemilikan mobil kelima à 4%
  • Kepemilikan motor pertama à 4,5%
  • Kepemilikan motor kedua à 5%
  • Kepemilikan motor ketiga à 5,5%
  • Kepemilikan motor keempat à 6%
  • Kepemilikan motor kelima à 6,5%

Pajak Progresif Kendaraan

Cara menghitung pajak progresif ini adalah:

(Presentase pajak progresif kendaraan x NJKB) + SWDKLLJ

Keterangan :

  • NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) diperoleh dari (PKB/2 x 100). Jumlah PKB kendaraan bisa dilihar pada STNK atau secara online.
  • SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu  Lintas Jalan) untuk motor sebesar Rp.35.000, sedangkan mobil pribadi sebesar Rp. 143.

Langkah untuk menghitung jumlah pajak progresif, yaitu:

  • Cari NJKB dengan rumus perhitungan pajak progresif.
  • Hitung jumlah pajak progresif yang harus dibayar.

Untuk memahami cara menghitung pajak progresif lebih jauh lagi, simak contoh kasus berikut ini.

Anda memiliki 3 mobil dengan jenis dan merk yang sama. PKB dari mobil Anda sebesar Rp. 1.500.000, SWDKLLJ sebesar Rp.200.000. SWDKLLJ dapat diartikan sebagai pajak efek negative yang biasanya ditimbulkan dari kendaraan. Berapa NJKB dan jumlah pajak progresif dari 3 mobil tersebut?

PKB =  Rp. 1.500.000

SWDKLLJ = Rp.200.000

NJKB = (1.500.000/2) x 100 = 75.000.000

  • Mobil pertama

NJKB x pajak pertama à 75.000.000 x 2% = 1.500.000

SWDKLLJ            = Rp.200.000

Total pajak : 1.500.000 + 200.000 = 1.700.000

  • Mobil kedua

NJKB x pajak kedua à 75.000.000 x 2,5% = 1.875.000

SWDKLLJ = 200.000

Total pajak : 1.8750 + 200.000 = 2.075.000

  • Mobil ketiga

NJKB x pajak ketiga à 75.000.000 x 3% = 2.250.000

SWDKLLJ = 200.000

Total pajak : 2.250.000 + 200.000 = 2.450.000

Pajak Progresif Kendaraan

Setelah mengetahui cara menghitungnya tersebut, apakah Anda sudah mengetahui jumlah pajak progresif yang harus dibayarkan? Pajak progresif memang cukup memberatkan bagi para pemilik kendaraan. Untuk meringankan beban pajak progresif Anda, ketahui tips mengurangi pajak progresif berikut.

  • Jika sudah menikah, segera untuk membuat kartu keluarga terpisah dari orangtua untuk menghindari beban pajak progresif dari kendaraan yang dimiliki anggota keluarga lain.
  • Blokir STNK kendaraan yang sudah tidak dimiliki melalui samsat.
  • Membeli jenis kendaraan yang berbeda
  • Membeli kendaraan bekas

Perlu diketahui, kewajiban pajak tidak hanya dibebankan untuk kendaraan pribadi saja, namun juga kendaraan yang dimiliki badan atau suatu instansi. Perbedaannya hanya dari pihak yang harus membayarkannya. Itulah ulasan singkat mengenai cara menghitung  bermotor. Semoga bermanfaat.